Did you find this article interesting? Share

Langkah Pertama Kehidupan

Langkah Pertama Kehidupan

Bagi kebanyakan orang, inilah saat pertama kalinya merasakan kebebasan finansial. Mungkin Anda juga. Rasanya campur aduk kan? Senang, penuh semangat, tapi juga dag dig dug. Anda ”terbebas” dari dunia sekolah, dan mulai berkantor. Mungkin sempat juga bermimpi, selama beberapa tahun berikutnya Anda tidak perlu memusingkan tanggung jawab finansial. Di luar jam kantor Anda belanja, bepergian, hang out dengan teman-teman. Bersenang-senang, itu kata kuncinya!

Tapi bukan berarti Anda tidak memikirkan masa depan. Beli rumah, harus dong. Membangun keluarga, tentu saja. Tapi, tidak harus sekarang kan? Semua itu bisa diperoleh dalam beberapa tahun berikutnya. Untuk sekarang, yang penting Anda bisa bayar biaya kuliah, beli diktat, dan bantu orang tua bayar tagihan listrik, air, atau beras bulanan, beres. Soal beli rumah dan berinvestasi sih dipusingkan nanti saja. Masih lama.
Benarkah? Pikir ulang deh.

”Awetkan” Uang Anda

Iya, menghamburkan uang memang menyenangkan. Malah, buat kebanyakan orang, belanja itu obat stres. Tapi, cobalah jujur pada diri sendiri: Bijakkah menghabiskan seluruh uang yang Anda peroleh lewat kerja keras itu?

Kemungkinan besar Anda akan hidup hingga usia pertengahan 70-an lho. Bisa lebih dari itu malah (amin!). Di tahun-tahun senja kehidupan, strategi keuangan Anda harus mantap. Beragam peristiwa, biasanya tak terduga, bakal muncul dan menantang kemampuan adaptasi Anda. Kalau segalanya berjalan baik, karier Anda mungkin saja berlangsung lebih dari 30 atau 40 tahun. Selama itu pula Anda menikmati pemasukan rutin. Anda juga bisa merancang pensiun yang aman dan nyaman. Masalahnya, itu kan rencana Anda. Bagaimana kalau kehidupan kurang sepakat? Bagaimana kalau segala yang Anda rencanakan meleset?

Mulai Sedari Dini, Mulai Hari Ini

Untungnya, waktu berpihak pada Anda. Kini saat paling tepat merencanakan keuangan. Ibarat menggambar, lebih nyaman di atas kertas kosong kan? Nah, saat ini hidup Anda masih seperti kertas kosong. Buat rencana keuangan yang  baik. Biasakan diri mengelola uang dengan bijak. Aturan dan kebiasaan yang Anda tetapkan dan lakukan hari ini, misalnya menabung secara rutin, adalah pondasi amannya keuangan Anda di tahun-tahun mendatang.

Tetapkan Tujuan, Perjuangkan Mulai Sekarang

Untuk apa lakukan besok kalau bisa hari ini? Usai menetapkan tujuan-tujuan keuangan, kini saatnya mulai berjuang mencapainya. Lebih gampang lho kalau Anda menabung hari ini ketimbang nanti. Jangan sampai terjebak dalam pemikiran bahwa kini terlalu dini untuk mulai mengumpulkan bekal pensiun. Makin dini makin oke kok. Atau Anda mau bernasib sama seperti kebanyakan orang, yang suatu hari terbangun dan bertanya-tanya ke mana semua gajinya? Kalau Anda menyayangi uang, sekecil apa pun nilainya, uang itu akan balik menyayangi Anda dengan terus berkembang. Siapa yang menikmati buahnya kelak? Tentu saja Anda!

Bujet, Bujet, Bujet
Belum pernah bikin bujet? Tak masalah. Awalnya memang selalu susah, tapi yang penting Anda mau dan benar-benar melakukannya. Terus lacak pemasukan dan pengeluaran supaya Anda bisa memutuskan bagaimana mengelola uang itu: Mau dihabiskan untuk apa? Baiknya diinvestasikan ke mana?
Bujet juga membantu Anda berencana. Juga lebih gampang menyesuaikan pengeluaran dengan pemasukan. Bayar utang biasanya tidak bisa diganggu gugat, tapi pengeluaran rumah tangga seperti belanja makanan dan TV kabel mungkin bisa dikurangi. Dengan bujet, bersiaplah menghapus ”besar pasak daripada tiang” dari kamus hidup Anda.

Untuk tahu lebih banyak tentang prinsip membuat bujet, silakan baca di sini.

Komentari Tulisan